Mengawinkan Induk Ayam Bekisar

Rumah Ayam Bekisar- Ada beberapa cara mengawinkan Ayam Hutan Hijau jantan dengan ayam kampung: cara dodokan, dalam kandang, dan inseminasi buatan. Masing-masing cara tersebut dapat dilakukan sebagai berikut ini

A.Pengawinan dengan Cara Dodokan

    Cara mengawinkan Ayam Hutan dan ayam kampung yang umum dilakukan adalah cara kawin tipu atau dikenal dengan dodokan. tidak semua orang bisa melakukan dengnan cara ini karena perlu keterampilan dan keahlian tersendiri. untuk melakukan kawin tipu ini, dipilih Ayam Hutan yang sudah jinak dan siap kawin. Juga disiapkan ayam kampung betina yang akan di kawinkan. Bulu-bulu ayam betina yang menutupi duburnya di cabut sampai bersih agar ayam jantan tidak setres karena alat kelaminnya tercocok bulu si betina.

    Selanjutnya ayam betina di ikat kakinya dan tubuhnya di pendam dalam tanah dan duburnya menungging ke atas agar ayam tidak bergerak, badan di antara kedua sayapnya di pantek dengan paku besar atau dengan bambu. Ekornya di ikat kesamping sehingga duburnya menonjolke luar.kepalanya di tutupi dengan rerumputan agar tidak terlihat si jantan.

    Jika ayam betina sudah selesai di persiapkan, di perluakan seekor Ayam Hutan betina sebagai pemikat dan pembangkit birahi. Sebelunya, si jantan yang berada di dalam kurungan didekatkan pada betina yang "tersandra" kira-kira 1 m jaraknya. Setelah itu, pawang memegang ayam hutan betina dengan menggenggam kedua pangkal pahanya dan menyodor-nyodorkan dubur Ayam Hutan betina, lalu si jantan bersama kurungannya di giring mendekati betina kampung yang di sandra.
  
    Bila birahi si jantan memuncak, ia segera akan mematuk matuk jengger ayam hutan betina. jika sudah demikian, segera ayam pemikat di geser ke punggung ayam kampung yang terletak lebih rendah. Kalau si jantan sudah nangkring di punggung betina ayam hutan segera ayam bersebut di geser sehingga tidak menghalangi ayam kampung. Dengan akal-akalan ini si jantan tetap menggigit jengger betina ayam hutan, tetapi yang dikawini betina kampung yang siap di bawahnya.

    Setelah perkawinan selesai, ayam kampung yang di sandra di lepas dan duburnya di tutup dengan tempurung kelapa agar tidak di kawini ayam jantan lainnya.

    Membuat Ayam Bekisar  dengan cara dodokan ini sekarang sudah banyak di modifikasi, misalnya tanpa memendam ayam betina dalam lubang dan tanpa pemikat ayam hutan betina. cara dodokan yang demikian ini memerlukan pejantan yang agresif, berani, dan sudah jinak.

    Untuk mendapatkan ayam hutan jantan yang demikian memerlukan kesabaran dan ketekunan. Ayam Hutan jantan biasanya di pelihara sejak kecil dan di rawat dangan baik. Agar agresif dan berani, ayam hutan perlu latihan sejak anakan. Misalnya, anak ayam di biasakan berhubungan dengan manusia sesering mungkin, setiap pagi di jemur, sangkarnya dipindah-pindahkan  dan didekatkan  dengan ayam kampung betina . Latihan demikian akan membentuk pejantan dewasa sebagai pemacek dodokan yang tidak malu dan tidak penakut.

    Apabila ayam jantan sudah menunjukan siap kawin, kita ambil ayam betina yang akan kita kawinkan. pejantan yang susah siap kawin bila didekatkan dengan betina akan menceker-ceker kaki dan mengepak-ngpakkan sayapnya. Bila sudah demikian, ayam betina yang akan di kawinka di pegang kedua kakinya dan di dodokkan dalam kandang ayam jantan. Ayam jantan yang berani itu akan segera menghampiri ayam betina dan mengawininya. Ayam betina yang sudah dikawini selanjutnya di lepas dalam kandang tersendiri dan tidak di campur dengan ayam lain.

    Meski sudah dilatih, sering terjadi ayam pejantan tidak mau mengawini ayam betina yang disodorkan. Pada umumnya ayam hutan hijau jantan senang dengan ayam kampung yangn mirip dengan ayam hutan betina yang berwarna kecoklatan. Oleh karena itu, tidak jarang penangkar memanipulasi betina semirip mungkin dengan ayam hutan. Cara ini akan mempermudah perkawinan  kedua jenis ayam itu.

B. Penjodohan Dalam Kandang

     Membuat Ayam Bekisar dapat juga dilakukan penjodohan dalam kandang. Dengan cara ini ayam hutan jantan dan ayam kampung betina akan kawin dengan sukrela, tanpa tipuan atau paksaan. Ada beberapa model penjodohan dalam kandang : penjodohan dalam kandang bersama dan penjodohan dalam kandang bersekat.

1. Penjodohan Dalam Kandang Bersama

     Cara ini sebaiknya menggunakan kandang ren yang berhalaman agar ayam dapat hidup lebih bebas dan leluasa. Ayam jantan yanng di jodohkan umumnya sudah jinak, pemberani, dan umurnya lebih dari dua tahun. Betina berumur kurang lebih 6 bulan, siap bertelur atau sudah pernah bertelur. Ada juga yang menjodohkan ayam jantan dewasa dengan ayam kampung betina yang masih anakan. Kedua ayam yang berbeda umur ini di taruh dalam satu kandang. setelah enam bulan ayam betian siap menjadi induk.

    Dalam kandang ini bisa di jodohkan pasangan tunggal, artinya satu pejantan dengan satu betina. dapat juga dengan pasangan ganda, artinya seekor pejantan dengan dua atau lebih betina. kalo jantannya sudah jinak, pasangan dalam sautu kandang ini biasanya cepat akrab. Perkawinan akan segera berlangsung bila si jantan sering berkokok berulang-ulang, jenggernya tegak dan tampak cerah cermelang, lagaknya gagah, dan kakinya suka menceker-ceker.

    Setelah terjadi perkawinan, biasanya betina akan bertelur. Telur yang dihasilkan segera di ambil untuk di tetaskan di tempat lain atau di erami induknya sendiri. Kalau akan di erami induknya sendiri, sebaiknya betina dan telurnya di ambil dan di tempatkan dalam kandang tersendiri atau jantannya yang di pisahkan.

2. Penjodohan Dalam Kandang Bersekat

    Kandang bersekat adalah model yang ruangnya di bagi dua dan di pisahkan dengan sebuah sekat. sekat dibuat dari jeruji bambu sehingga memungkinkan ayam yang dijodohkan masih bisa saling melihat pasangannya. Bila kandang sudah siap, ayam jantan di masukan dalam satu ruang dan ayam betina di ruang satunya. Cara ini juga perlu pejantan yang jinak dan betina yang sudah siap bertelur. Sepasang ayam dalam kandang bersekat ini lama-kelamaan akan saling mengenal dan tampak rukun. Bila ayam jantan dan betina sudah menunjukan tanda-tanda siap kawin, mereka dapat dipertemukan dengan memindah betina kedalam ruang pejantan atau melepas sekat yang membatasinya.

   Tanda-tanda ayam jantan yang sudah siap kawin adalah jenggerny berdiri dan berwarna merah, sering mengepak-ngepakan sayap, berkokok terus menerus, tampak bersemangan dan bila melihat ayam kampung lebih agresif, dan suka menabrak-nabrak sekat pemisah seolah-olah ingi mengejar pasangannya. Betina yang sudah siap kawin biasanya kelihatan tidak teneng dan sering berkotek. Bila sudah demikian, ayam betina diangkat dan dimasukkan kedalam kandang ayam pejantan. bila penyekatnya di pasang tidak secara permanen, bisa ditarik sehingga jantan dan betina dapat bertemu dan kawin. Sebaiknya mereka dibiarkan kawin beberapa kali untuk memantapkan hasilnya. Setelah itu, betina dikembalikan ke tempatnya agar bertelur.

C. Inseminasi buatan

     Membuat Ayam Bekisar juga dapat dilakukan dengan inseminasi buatan. Cara ini memeng agak rumit sehingga perlu keterampilan untuk melakukannya .

    Pejantan yang akan di ambil sepermanya di pilih yang sehat sudah jinak, berumur kurang lebih dua tahun, dan kandangnya terpisah dengan ayam betina. Untuk merangsang keluarnya seperma dilakukan pemijatan di bagian perut dekat kloaka.

Pengambilan seperma dilakukan oleh dua orang. satu orang memegang paha dan sayap, lalu mengempitnya diantara ketiak. satu orang lagi mengangkat ekor dengan tangan kiri, ibu jari dan telunjuk disiapkan untuk memijit sisi kloaka. sementara itu,tangan kanannya mengurut perut di bagian bawah tulang panggul. Pengurutan ini menyebapkan si jantan terangsang dan mengeluarkan sepasang papila dari kloakanya. Bila apabila telah keluar sempurna, pijatan dilakukan dengan tangan kiri. Akibat pijatan ini, seperma akan keluar dan segera di tampung dalam tabung reksi atau cawan porselin, lalu di sedot dengan alat suntik yang telah di lepas jarumnya.

     Pengambilan seperma seperti ini menyebapkan ayam setres. oleh karena itu, dibutuhkan ayam jantan yang sudah benar-benar jinak. Selain itu, karena sempitnya anus dan rongga kloaka ayam hutan, tidak jarang pengambilan seperma dengan teknik pemijatan di daerah kloaka sering mengalami kesulitan. Untuk menghindari hal itu kini telah diteliti metode inseniminasi buatan yang lebih praktis. Rumah Ayam Bekisar telah melakukan teknik pengambilan seperma dengan cara penyedotan menggunakan spuit. Menurut Rumah Ayam Bekisar cara ini lebih praktis dan mengurangi setres.

    Seperma yang telah di ambil dari ayam hutan harus segera digunakan. Tentu saja sebelumnya di pilih betina yang sudah masa bertelur. penyuntikan seperma ke ayam betina di lakukan oleh dua orang. Satu orang memegang ayam betina dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan menekan bagian perut yang lunak sehingga lubang saluran telur dan lubang usus keluar. Yang stu lagi memegang alat suntik yang berisi seperma. Bila ayam betina sudah siap, ujung alat suntik di masukan kedalam kloaka dan seperma disemprotkan kedalamnya. dengan inseminasi buatan ini setiap ekor betina cukup diberi 0,05 cc seperma.

     Seperma yang diambil dari ayam jantan bisa juga diencerkan dulu. Pengenceran yang digunakan bisa menggunakan kuning telur dan glukosa dengan perbandingan satu banding seperma, empat bagian kuning telur, dan satu bagian glukosa. Setelah di ambil dan diencerkan , seperma harus segera disuntikan ke ayam betina . Dengan seperma yang telah diencerkan ini setiap ekor cukup di beri 2 cc.

     Selain kuning telur dan glukosa, pengenceran seperma juga dapat berupa kuning telur dan air kelapa dengan perbandingan 10:1 suhu 300  C. Pengenceran lainnya lagi yang dapat digunakan adalah larutan NaCl pada pH 7-8 atau air susu. Pada saat pengenceran sebaiknya juga ditambahkan antibiotik untuk meningkatkan daya tahan hidup dan menghambat pertumbuhan bibit penyakit.

    Bila fertilitas seperma pejantan tinggi, ayam betina dalam masa bertelur, dan inseminasi buatan dilakukan dengan benar, pada hari kedua telur yang di hasilkan sudah berisi Ayam Bekisar. Doc. RAB


Baca Artikel Selanjutnya :

  1. Asal Usul ayam Bekisar
  2. Indukan Ayam Bekisar Yang Baik
  3. Mengawinkan Induk Ayam Bekisar
  4. Seleksi Kelamin Anakan
  5. Perawatan Anakan Ayam Bekisar